Senin, Juli 29, 2013

7ujuh Cara Mengatasi Sifat Pemalas

Aku menulis ini bukan karena pintar menulis atau pintar bicara, tapi aku mencoba menuliskan sedikit pengalaman aku dari kehidupan sehari-hari dan tentunya dengan membaca artikel atau buku yang bermanfaat, dengan mengambil kesimpulan sendiri, aku mencoba menyampaikannya kepada Loyalis yang memang aku kasihi dan hormati.

Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas. Rasa malas juga menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau apa yang sesungguhnya dia inginkan.

Menurut Raden mas Kian Santang (kelihatan banget dobolnya..hehe..). Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban,dll.

Apalagi puasa gini hawane pengen tidur mulu kalo siang, sedangkan kebutuhan malam untuk begadang harus ditutup pada siang hari. Akibatnya ya seperti lagu bang H. Rhoma Irama "Begadang"




Loyalis, perilaku malas merupakan hasil suatu bentukan.Artinya, perilaku itu bisa dibentuk kembali menjadi baik atau tidak malas. Pembentukan kembali perilaku seseorang tadi sebetulnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, bisa orang tua, teman, atau orang lain di sekitarnya. So, dalam mengubah perilaku seseorang, yang paling mendasar adalah mengubah persepsinya.

Untuk itu, perlu mempelajari dan mengambil sistem nilai yang bisa mengubah persepsinya atau memberikan sistem nilai lain yang baru baginya.

Menurut Dollard & Miller, psikolog asal AS, perilaku manusia terbentuk karena faktor ‘kebiasaan’. Jika seseorang terbiasa bersikap rajin dan bersemangat maka ia akan selalu rajin dan bersemangat, begitu juga sebaliknya. Sehingga jika Loyalis, tergolong pemalas, jalan untuk merubahnya adalah dengan membiasakan diri untuk melawan sikap malas. Dollard & Miller menambahkan, ‘teori belajar’ juga cocok untuk merubah sikap malas.

Belajar disini dijabarkan ‘memberikan stimulus (rangsangan) agar terbentuk respons sehingga menimbulkan drive atau dorongan untuk berperilaku. Dan kalau berhasil, Loyalis, akan mendapatkan reward atau imbalan.

Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan disiplin diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut. Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Loyalis, ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas.


Pendapat lain menyebutkan bahwa malas juga merupakan salah satu bentuk perilaku negatif yang merugikan. Pasalnya pengaruh malas ini cukup besar terhadap produktivitas.

Ada 7ujuh cara mengatasi rasa malas yang insyaallah bila Loyalis mau dan sadar melakukannya, Loyalis akan mendapatkan manfaatnya, dan itu semua tergantung pada diri Loyalis.

1. Tuliskan Target Di Tempat Yang Mudah Dilihat

Ketika kita ingin mendapatkan sesuatu apa yang kita lakukan, biasanya pemikiran kita bergerak sendiri untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, contoh saja ketika kita ingin makan, secara langsung otak kita berpikir bagaimana cara makan, misalnya kita ingin makan ketoprak, kita tidak bisa membuatnya, andaipun istri bisa membuatnya, kita akan rugi waktu dan bahan masak yang kebanyakan, karena kita butuh sepiring saja.

Biasanya penjual ketoprak lewat depan rumah kita, tapi apa yang terjadi jika yang kita tunggu-tunggu tidak datang, kita mungkin kesal, tapi karena keinginan kita yang kuat ingin makan ketoprak, kita lalu mengingat-ingat dimana ada penjual ketoprak, dan seterusnya sampai kita mendapatkan apa yang kita ingin makan tersebut.

Pelajarilah langkah sederhana itu, ternyata pemikiran kita bergerak sendiri untuk mendapatkan apa yang kita inginkan karena satu alasan "keinginan kita jelas", target yang kita inginkan terlihat dengan jelas didepan mata kita, jadi sahabat jangan ragukan apapun keinginan Loyalis, catatlah dikertas ataupun di memory hand phone anda, intinya anda bisa ingat selalu target anda, biarkan pemikiran Loyalis dan masukkan dari pengalaman orang lain mengarahkan Loyalis untuk mendapatkan apa yang Loyalis inginkan.

Secara tidak sadar Loyalis terlepas dari rasa malas atau enggan melakukan sesuatu yang sebenarnya ingin Loyalis lakukan. Jadikanlah kebiasaan semua itu,karena rasa malas muncul banyak disebabkan kita tidak tahu apa manfaat kegiatan yang kita lakukan.


2. Lakukan Langkah Awal Walau Enggan Melakukannya

Apa yang terjadi ketika Loyalis tidak punya target untuk mendapatkan sesuatu, Loyalis akan melangkah diluar dari keinginan Loyalis, seperti robotlah Loyalis melakukannya, ketika dapat masalah akan mengeluh, ketika mendapatkan nikmat tidak akan bersyukur, karena tidak menyadari apa yang kita lakukan. Sebelum Loyalis melangkahkan rencana Loyalis untuk mendapatkan apa yang Loyalis inginkan pasti ada perasaan yang membuat Loyalis tidak mau menjalankan rencana Loyalis tersebut, banyak penyebabnya baik karena resiko yang Loyalis kawatirkan atau karena memang tidak ada gunanya buat Loyalis.

Loyalis, bila semuanya sudah jelas, rencana sudah ada, target sudah jelas, bila kita mengalami enggan melaksanakannya, ada cara sederhanya yang perlu Loyalis lakukan yaitu : "Lakukan Langkah Awal Untuk Rencana Loyalis", walau hanya awal sangat berarti untuk perasaan dan kemauan Loyalis. Aku dapat contohkan ketika kita ingin mandi di bak air hangat, apa yang kita coba, kita celupkan ujung jari kita dulu, untuk mengetahui hangatnya cukup tidak untuk badan kita. Setelah kita ketahui cukup, kita tidak akan langsung menceburkan diri ke bak tersebut tentunya, karena kita tahu, kulit kita akan kaget karena pengaruh hangatnya air.

Begitu pula ketika kita enggan dan malas melakukan rencana kita yang sudah kita persiapkan,
lakukanlah langkah sederhana dulu, baik dengan berdoa, mensurvey apa yang akan kita lakukan, intinya mulailah pelan namun pasti,nikmati langkah tersebut, walau cobaannya mungkin banyak, tapi yang namanya seseorang yang sedang menikmati sesuatu pasti akan lupa, bahwa sebenarnya kita malas melakukannya.

Perlu sahabat ingat " 1000 langkah orang sukses karena disebabkan Langkah Pertamanya" bukan karena seseorang tersebut langsung ke langkah seratus.


3. Perhatikan Dan Pelajari Yang Pernah Melakukan

Salah satu cara supaya kita punya keinginan untuk melaksanakan sesuatu yaitu karena sudah
mengetahui orang lain pernah melakukannya, jadi Loyalis jangan enggan melihat siapapun yang sudah melakukan sesuatu yang sama dengan keinginan kita. Dengan semakin banyak kita mengetahui langkah-langkah orang yang berpengalaman atau pernah melakukan, semakin tahu kita gimana cara kita melangkah awalnya.

Salah satu penyebab rasa malas itu muncul adalah karena kita tidak mengetahui cara memulainya, bahkan kita tida tahu apa maksud langkah yang akan kita ambil, jadi sebaiknya kita pelajari dulu kepada mereka yang lebih berpengalaman. Perhatikanlah langkahku membuat blog ini, setahun yang lalu aku hanya mencoba-coba, dari edit photo, sampai kata-kata bijak saya tuliskan, hingga berkembang sampai aku menulis artikel tentang "cara", aku sering mengecek blogku ini dibaca orang tidak, rupanya dibaca orang tapi mengapa langsung ditinggalkan, rupanya karena tulisanku hanya sedikit, hanya berupa kata-kata bijak saja, tentunya ketika pembaca sudah tahu, jika itu bermanfaat mereka akan pakai jika tidak ya mereka tinggalkan.

Satu tahun aku diamkan ini blog, aku menulis ketika ada kemauan dan kesempatan, akhirnya aku kaget karena blogku ke banyak yang membaca, lalu aku pelajari, semakin membuat aku semangat, walau peringkatnya masih ribuan pengunjung, namun aku bersyukur. Perlahan namun pasti aku pelajari terus.

Perhatikan lah sedikit ceritaku itu, dari rasa enggan tapi karena aku banyak membaca artikel dan info teman, akhirnya aku ketika ada peluang untuk menulis,aku menulis dan aku upload langsung ke blogku. Walaupun, aku tidak mempunyai laptop, modempun pinjam, harus berusaha mengerrjakan tugas teman biar bisa dipinjemi laptop, aku tetap seneng dan antusias.

Jadi Loyalis, siapapun Loyalis, berapapun umur Loyalis, jangan melihat apa yang dilakukan seseorang karena mereka yunior, muda ataupun dari golongan apapu, tapi perhatikanlah cara mereka, semakin kita tahu semakin membuat rasa malas kita untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan hilang dengan sendirinya.


4. Pastikan Tujuan

Pernahkah Loyalis perhatikan seseorang yang duduk di halte bus,ketika orang lain naik bus,orang tersebut masih diam di halte bus tersebut, bahkan sampai enam bus jurusan yang memang mampir ke halte bus itu, orang itu tidak naik bus juga. Semakin ditanya dan orang itu menjawab ternyata orang tersebut bingung dengan tujuannya sendiri.

Walau sudah banyak kesempatan yang menghampiri kita seperti bus tersebut, kalau kita tidak punya tujuan sudah dapat dipastikan kesempatan itu kita diamkan, dan akhirnya kesempatan itu pergi dari hadapan kita.

Salah satu yang menyebabkan kita di hari minggu tidak mau beranjak dari kasur tempat tidur kita adalah tujuan kerja kita tidak ada, kita mau istirahat saja, jadi kita sudah pasti di kasur terus sampai perut kita lapar, jadi baiknya, Loyalis ketika rasa malas itu muncul sewaktu kita melakukan sesuatu, kembali kita kepada tujuan kita, biasanya tujuanlah yang memperkuat kita untuk melakukan sesuatu hal yang sebenarnya kita malas melakukannya.

Dengan kita mencatat tujuan kita, belum tentu kita dapat memastikan langkah kita sesuai tujuan kita, karena kita merasa lebih tenang karena sudah di catat, tapi kalau tujuan itu sudah pasti, secara sendirinya catatan itu kita lupakan, kita hanya konsentrasi kepada target yang akan kita capai.

Intinya ketika rasa malas hadir di perasaan kita dalam melaksanakan rencana kita, ingatlah dan pastikan tujuan tersebut untuk memperkuat kemauan Loyalis menggapai apa yang Loyalis inginkan.


5. Hindari Lingkungan Yang Tidak Mendukung

Lingkungan sangat menentukan kita untuk menghilangkan rasa malas, bagaimana mungkin Loyalis dapat belajar jika sebelah rumah loyalis ribut terus, atau bagaimana mungkin Loyalis mau main sepak bola tapi semua teman-teman Loyalis sukanya bola basket, apakah Loyalis paksakan, mungkin bisa tapi tidak akan membuat itu terus menerus terjadi, adanya teman Loyalis akan semakin.

Loyalis, untuk merubah suatu sifat itu memang tidak mudah, tapi juga tidak sulit,hanya perlu
kemauan Loyalis yang kuat untuk merubahnya, jika kita ingin menulis tapi alat tulisnya tidak ada,
dan Loyalis harus mencari dulu, sudah dapat dipastikan energi Loyalis sudah habis duluan sebelum menulis atau mau melakukan apapun tapi alat pendukung dan lingkungan tidak mendukung Loyalis, sudah dapat kita perkiraan waktu dan energi Loyalis habis untuk mengatasi itu dulu.

Tapi jika semuanya ada, baik alat pendukung, lingkungan yang mendukung, orang yang menyayangi kita mendukung, kemauan Loyalis, akan menuntun Loyalis untuk melakukan apa yang ingin dicapai, ada masukkan buat anak-anak yang masih sekolah, bimbinglah mereka kearah lingkungan yang mendukung anak tersebut, jangan biarkan mereka mendapatkan lingkungan yang tidak sesuai arahan Loyalis, jika mereka menjadi penentang jangan salahkan mereka, karena kita tidak sanggup menyediakan lingkungnan yang mendukung mereka.


6. Jangan Pernah Berpikir Sampai Kapan Loyalis Melakukannya

Salah satu penyebabnya kita tidak berani naik ke apartement yang tingginya 50 lantai tanpa ada lift, hanya naik tangga darurat adalah karena kita sudah berpikir "sampai kapan tiba di lantai 42 itu". Sudah dipastikan Loyalis akan enggan dan malas naik tangga darurat tersebut.

Terlebih lagi awalnya kita sudah terbiasa naik lift, sekarang di paksa naik tangga darurat. tapi ketika di lantai 42 itulah Loyalis akan mendapatkan pekerjaan yang Loyalis ingikan, dapat dipastikan Loyalis akan lakukan bahkan Loyalis akan berlari menaiki tangga tersebut. Saat itu kita tidak akan berpikir lagi berapa lama kita akan sampai di lantai 42 itu, walau dengan keringatan, dan kaki yang tentunya pegal, apalagi ketika Loyalis naik bus berdiri lagi...hehehe bukan pengalaman pribadi yah, setahuku lantai 42 kalau lift nya tidak aktif,malah dilarang naik ditangga tersebut, lebih telpon aja yang mau interview itu bahwa lift gedung bapak tidak bisa digunakan.

Pada intinya Loyalis 7ujuh sekalian, ketika kita melakukan suatu tujuan jangan berpikir berapa lama proses yang akan kita jalani, tapi jalankan saja sesuai rencana, jika rencana kita terhambat dan tida bisa dilakukan, cari alternatif lain, yang membuat kita selalu melangkah kedepan, jangan pernah diam di tempa karena Lo terfokus memikirkan berapa lama proses yang Loyalis lakukan.


7. Perkuat Kemauan Melaksanakan

Kemauan adalah penting untuk mewujudkan apa yang ingin kita dapatkan, tanpa kemauan sama saja kita berdiri di halte bus tersebut, hilang tujuan kita, dan bingung apa yang harus dilakukan. Jangan pernah mau kehilangan kemauan Loyalis, penyebab kehilangan kemauan banyak disebabkan pengaruh orang ketiga atau lingkungan Loyalis.

Setiap Loyalis melakukan sesuatu selalu di patahkan semangat Loyalis dengan orang ketiga, atau oleh lingkungan Loyalis yang tidak mendukung,jadi selalu perkuatlah kemauan loyalis tersebut, bertemanlah dengan orang yang mau mendukung Loyalis, hidupla dilingkungan yang mendukung kemauan Loyalis untuk mewujudkan impian Loyalis, jangan sampai langkah Loyalis malah membuat kemauan Loyalis menerun untuk mencoba lagi.

Salah satu penyebab kemauan kita turun adalah karena banyak kegagalan yang terjadi pada kita, hingga tanpa disadari kita enggan melakukan lagi. Jangan pernah berteman dengan seseorang jika orang tersebut hanya menunjukkan kelemahan Loyalis, bahkan Loyalis selalu diusahakan dia untuk tidak melakukannya, hindari saja orang seperti itu bukan Loyalis jauhi atau musuhi, karena dia juga yang menunjukkan kelemahan kita supaya kita dapat memperbaik kelemahan tersebut dengan menunjukkan kelebihan kita.


Pengaplikasian sederhana


Karena malas, seseorang seringkali tidak produktif bahkan mengalami stag. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun tak mengalir. Akibatnya tidak ada kekuatan apapun yang membuat Loyalis bisa bekerja. Kalau dibiarkan saja, penyakit malas ini akan semakin ‘kronis’.

Pada era globalisasi, perilaku malas sangat merugikan. Sebab, pada era ini berlaku nilai siapa yang mampu dan produktif, dialah yang akan berhasil. Tapi tentu saja, perilaku ini bukanlah kartu mati yang tidak bisa diubah.

Menurut pakar psikologi, seseorang berperilaku malas terhadap pekerjaan atau suatu kegiatan disebabkan karena dia tidak memiliki motivasi yang kuat setiap kali mengerjakan sesuatu. Oleh karena itu perlu adanya kiat atau cara mengatasi penyakit malas ini.

Seorang yang malas bekerja, motivasinya terhadap pekerjaan tersebut sangat rendah. Sikapnya terhadap pekerjaan itu cenderung negatif akibat persepsi yang diberikannya terhadap pekerjaan itu kurang baik. Ini lantaran sistem nilai yang ada dalam dirinya membuat dia berperilaku malas untuk melakukan pekerjaan itu. Sementara terhadap pekerjaan lainnya mungkin tidak begitu.




Rasa Malas memang sebuah penyakit yang paling membahayakan pada diri kita dalam setiap langkah yang kita tempuh, baik itu pendidikan, karir, bisnis dan yang lainnya. Aku sangat yakin Loyalis sampai ke blog ini bukan tanpa alasan. Aku bisa membaca setidaknya ada tiga alasan anda membaca tulisan ini. Pertama, Loyalis selalu kesal dengan diri sendiri, lantaran Loyalis tidak pernah sukses mencapai keinginan Loyalis, karena selalu dihantui rasa malas. Kedua, anak Loyalis atau sahabat baik Loyalis mengalami trauma yang dahsyat karena rasa malas selalu menghantuinya dan Loyalis ingin sekali membebaskan siksaan yang menimpa mereka. Dan yang ketiga, sahabat baik Loyalis meminta solusi kepada Loyalis karena temannya mengalami trauma lantaran selalu disiksa oleh rasa malas. So take it easy guys…. Loyalis tenang aja, karena semua tentang penyikapan yang benar sudah aku sampaikan tinggal kita mengaplikasikannya dengan tekhnik sederhana namusn sarat makna.

KATA KUNCINYA ADALAH "LAKUKANLAH SECARA SADAR" :

1. Selalu berfikir positif dan mengatakan “Alangkah Indahnya Pagi ini..!”

Rasa malas itu akan datang jika Loyalis selalu punya fikiran negative. Mungkin Loyalis bertanya bagaimana untuk menghilangkan fikiran negative dari dalam diri kita?? Tenang aja My Bro,,! salah satu trik yang sangat sederhana adalah setiap pagi ketika Loyalis bangun tidur, ketika mau berangkat kerja, dan atau ketika mau melaksanakan kegiatan lainnya, selalu biasakan mengatakan, “Alangkah Indahnya Pagi ini..!” atau “Alangkah Indahnya Pekerjaan Ini” dan tulis kata-kata tersebut dikamar Loyalis tepat di depan tempat tidur Loyalis, sehingga ketika Loyalis bangun, Loyalis langsung membaca kata-kata tersebut. Praktekkan trik sederhana ini setiap kali Loyalis mau melakukan kegiatan, maka sedikit demi sedikit fikiran negative dalam diri Loyalis akan hilang dan berganti dengan yang positif dan rasa malaspun akan kabur dari Loyalis.

2. Catat Dan Selalu Renungkan Goal/Tujuan Loyalis, Dan Yakinlah Bahwa Loyalis Pasti Sukses

Dengan mencatat dan merenungkan apa yang menjadi tujuan Loyalis, maka Loyalis akan selalu merasa tertantang untuk meraih kesuksesan itu, dan juga Loyalis juga harus selalu yakin bahwa Loyalis akan sukses. Karena, meskipun Loyalis mencatat Goal Loyalis tapi Loyalis tidak yakin bahwa Loyalis akan sukses meraihnya, maka setiap saat Loyalis melakukan kegiatan hanya hampa yang dirasakan, karena tidak yakin kalau Loyalis akan sukses. Jika Loyalis sudah menulis dan selalu merenungkan Goal Loyalis, dan juga Loyalis yakin sekali kalau akan sukses, maka tak ada rasa malas sedikitpun dalam diri Loyalis.

3. Selalu lihatlah Orang-orang sukses disekitar Loyalis

Mengapa ini penting..?? karena dengan melihat orang-orang yang sudah sukses, khususnya yang sama dengan goal Loyalis, maka Loyalis akan selalu termotivasi untuk bisa sama dengan mereka, istilahnya dalam hal ini Loyalis punya saingan, sehingga Loyalis selalu bersemangat untuk mencapai goal Loyalis, dan tak akan ada lagi rasa malas dalam diri. Ada sebuah kata-kata super dahsyat dalam hal ini yaitu “Kalau Dia Bisa, Kenapa Aku Tidak!! Wong Sama-Sama Manusia” kata-kata juga harus selalu Loyalis renungkan untuk menghilangkan rasa malas dalam diri Loyalis.





Demikian Loyalis, untaian singkat tentang 7ujuh Cara Mengatasi Sifat Pemalas.Semoga Tuhan Mendengar Do'a kita.


Ayoo.. Semangat Pagi

Song: Tamam

Written: tamam


Banyak orang Mengeluh Tentang cita

Yang tak seindah apa yang dibayangkan

Tanpa melakukan usaha yang keras


Banyak orang berpikiran tak mungkin

Wujudkan mimpi jadi yang terbaik

Hanya dengan bermimpi, tetap berdiam diri tenggelamlah dalam ilusi


# Semangatlah Pagi Kerja Keras Di Hari Ini


Reff:

Ayoo.. Raihlah...

Ayoo.. Gapailah..



Tuhan pasti mendengar do'a kita

Terus berusaha jangan menyerah

Jangan lagi mengeluh jangan lagi menunda dan menunggu keajaiban


Chorus:

Lakukan dengan Hati

Lakukan Dengan Jiwa

Lakukan dengan Penuh Cinta


Download lagu Ayoo.. Semangat Pagi By 7ujuh bisa klik Di Sini